Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2013

4 Cara Tepat Menyajikan Daging-dagingan dan Kacang-kacangan untuk Anak

Kategori makanan Daging-dagingan dan Kacang-kacangan bisa dijadikan satu, karena keduanya merupakan sumber protein dan lemak alami. Jadi sebenarnya ini sekaligus sebuah pernyataan bahwa jika anak anda tidak suka daging, maka anda bisa memilih kacang-kacangan untuk dimasak buat anak anda. Berikut ini adalah tips memberikan Daging-dagingan dan Kacang-kacangan kepada anak anda : 1. Utamakan Mengolah Ikan. Sajian 2 porsi protein per minggu sebaiknya memakai menu ikan. Salmon adalah pilihan yang baik, karena ia mengandung asam lemak yang sangat sehat. 2. Metode masak, pilihlah metode panggang, jangan memilih metode goreng. Jika mengolah Ayam, sebaiknya mengolahnya dengan memanggangnya. Kurangi yang berbentuk gorengan untuk anak, berbahaya.

Kebutuhan Anak akan Kandungan Minyak dalam Makanan

Bayi membutuhkan kandungan lemak dalam minyak. Minyak ini sangat penting untuk tumbuh-kembang si kecil. Setidaknya, anak harus minum kurang lebih 4 sendok teh minyak, yang terbuat dari Canola, Jagung, Zaitun dan Bunga Matahari. Ada beberapa makanan yang mengandung minyak baik yang banyak, antara lain : kacang-kacangan, zaitun, ikan-ikanan dan alpukat.

Susu, Keju dan Yoghurt sebagai Pendukung Tumbuh-Kembang Anak

Susut adalah sesuatu yang sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Setidaknya untuk anak usia 1 sampai 2 tahun, mereka membutuhkan susu tiap harinya dalam rangka mendukung tumbuh-kembangnya. Jika susu susah untuk didapatkan, maka orangtua bisa mencari alternatif pengganti susu, yaitu keju dan yoghurt. Keju Cheddar biasanya jadi pilihan yang bagus untuk si kecil, karena keju jenis ini memiliki rasa yang cukup lembut dan gampang dicerna, anak-anak pun menyukainya.

Tersuspek Mandul, Lakukan Hal Ini !!!

Seperti artikel SEBELUMNYA , bahwa kemandulan ini harus didiskusikan, anda harus membahasnya secara detail dan memakai akal yang dingin. Tentunya anda dan pasangan anda tidak akan menyerah begitu saja, karena selalu ada kemungkinan melahirkan ke depan, ini hanya soal waktu saja, akan tetapi, ketika pembicaraan mengarah kepada masalah "produksi bayi", maka arahkan pada hal-hal yang tidak bersifat biologis. Kami tahu, bahwa seiring dengan berjalannya waktu, kondisi biologis akan berubah, akan tetapi, sebisa mungkin hindarkan diri dari hal-hal ini. Ini hanya akan memperparah keadaan. Jadi bicarakan saja masalah keuangan anda jika punya bayi nanti, bagaimana menyiapkan keuangan tersebut, bagaimana menyiapkan kedewasaan anda dan bagaimana stabilitas keluarga anda. Kualitas hubungan anda bersama pasangan adalah pondasi dalam keluarga anda. Tidak perlu tergesa-gesa, solidkan dulu, baru melangkah ke level berikutnya. Dalam hal ini, komunikasi adalah hal yang terpenting.

Infertile, Mandul ? Bicarakan dengan Pasanganmu

Satu hal yang harus dipahami, kemandulan adalah bukan masalah pribadi. Jadi apakah yang tersuspek mandul ini dirimu atau pasanganmu, jangan jadikan ini beban dirimu sendiri. Sebaliknya, share lah dengan pasanganmu, bicarakan baik-baik. Masalah kemandulan adalah masalah yang sangat berat, bahkan bagi pribadi atau pasangan yang sangat tegar sekalipun. Oleh karena itu, berhati-hatilah atas semua pembicaraan yang kalian lakukan, karena ini bisa berpotensi retaknya hubungan rumah tangga kalian. Ketika ingin membicarakan masalah kemandulan (infertilitas) ini, arahkan saja pada baik dan buruknya mempunyai anak. Arahkan pada sesuatu yang bernuansa netral dan kebersamaan. Misalnya, jika punya anak nanti, apa yang kita hadapi, jika tidak, apa yang harus dilakukan. Arahkan pada pembicaraan mencari langkah ke depan yang positif untuk bersama. Jangan sekali-kali mengarah ke "siapa yang salah", karena itu akan sangat kontra-produktif.