Sering Buang Air Kecil Saat Hamil

Sponsored Links:
Sponsored Links:

Sering Buang Air Kecil Saat Hamil


Ada beberapa hal yang menyebabkan tubuh wanita hamil lebih sering buang air kecil. Berikut penjelasannya:

  • Sering buang air kecil termasuk efek dari perubahan hormon yang terjadi selama hamil.
  • Seiring berjalannya kehamilan, tubuh akan memproduksi lebih banyak urine karena ginjal harus bekerja lebih keras membuang zat tidak berguna dari tubuhmu.
  • Pertumbuhan janin di dalam kandungan dapat menekan kandung kemihmu. Hal ini membuat ingin ke toilet menjadi lebih sering.
  • Di akhir kehamilan, tekanan pada kandung kemih makin meningkat karena posisi janin yang sudah berada di bawah. Kondisi ini membuatmu ingin buang air kecil lebih sering, meski kandung kemihmu kosong.


Namun, kamu tidak perlu resah karena ada trik mudah yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi kondisi ini. Begini caranya:

  • Disarankan untuk tidak minum sebelum tidur. Namun, pastikan tubuhmu mendapat asupan cairan yang cukup di siang hari. Kamu diharuskan minum setidaknya 8 gelas dalam sehari. Jangan menguranginya karena hal tersebut bisa membuatmu dehidrasi.
  • Hindari mengonsumsi minuman berkafein karena zat ini bisa membuat sering pipis. Contoh minuman berkafein seperti teh, kopi atau minuman kola.
  • Saat di toilet, pastikan kamu telah mengosongkan kandung kemih sepenuhnya. Cara agar kandung kemih kosong, kamu bisa menyondongkan tubuh agak ke depan saat buang air kecil.
  • Jangan mencoba untuk menahan ketika rasa ingin buang air kecil muncul. Hal ini mungkin bisa membuatmu ingin lebih sering ke toilet.
  • Melakukan senam kegel juga bisa membantu mengencangkan otot-otot yang mengatur keluarnya air urine.


Sering buang air kecil juga mungkin bisa jadi pertanda kamu mengalami diabetes, uterus fibroid atau infeksi saluran kemih (ISK). Jika penyebabnya ISK, maka kamu disarankan untuk segera menanganinya agar tidak memicu terjadinya infeksi ginjal. Infeksi ginjal bisa menyebabkan bayi lahir prematur dan memiliki berat badan rendah.

Segera ke dokter jika kamu merasa sakit atau sensasi terbakar (perih) saat buang air kecil, kamu merasa ingin pipis padahal baru dari toilet, urine beraroma tidak sedap, disertai darah atau warnanya keruh, kamu mengalami sakit perut di bagian bawah yang terjadi konstan, demam, atau secara keseluruhan tubuhmu mengalami ketidaknyamanan. sumber: alodokter.com
Sponsored Links:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyakit Kulit pada Bayi dan Cara Mengobatinya

3 TANDA LAHIR DI KULIT BAYI YANG TIDAK BERBAHAYA

Muncul Bercak Merah setelah Demam pada Bayi? Jangan Panik, Bunda..