10 Cara Menenangkan Bayi yang Menangis Terus

Sponsored Links:
Sponsored Links:

10 Cara Menenangkan Bayi yang Menangis Terus


Bayi baru lahir hanya memiliki tangisan sebagai bahasa sehari-hari. Kendati demikian, banyak orangtua tak tega melihat sang buah hati menangis. Berikut beberapa kiat menenangkan bayi yang menangis.

Lampin

Bagi orang dewasa,  dibungkus selimut mungkin terasa seperti dikekang. Tetapi bagi bayi yang menangis dan rewel, lampin terasa seperti rahim sempit, akrab, dan menghibur. Namun seberapa ketat lampin dapat dililitkan, lilit dengan kekuatan cukup saja sehingga lampin bayi tidak lolos, maupun lengan dan kakinya bebas dan memukul dirinya sendiri.

Posisi Berbeda

Jika  menggendong bayi kolik dengan posisi wajah ke atas, ini tidak membantu penderitaannya. Cobalah posisi lain. Gendong bayi  menghadap ke bawah - dengan tangan  di bawah perut dan kepala di lengan. Ini mungkin menenangkannya. Tekanan pada perutnya dapat membantu mengurangi gas dan rasa tidak nyaman.

Beri Empeng

Bayi memiliki insting mengisap yang kuat, sehingga empeng juga dapat menenangkan bayi yang kolik. Bonus: penelitian telah menemukan, empeng juga dapat membantu mencegah sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Shhhh!

Membisikkan "sshhh.." langsung di telinga bayi kolik  dapat menenangkannya. Kendati Anda perlu memulai  dengan  lembut dan tenang. Para ahli mengatakan jangan takut-takut melakukannya. Jika bayi menangis keras, lakukan "sshhh.." lebih  keras sehingga bayi  dapat mendengar Anda.

Jalan-jalan

Bayi dalam rahim terbiasa  dibawa bergerak. Meniru  hal ini, bisa dengan  membawa bayi bergerak untuk membuatnya tertidur. Taruh bayi di ayunan,  kursi goyang,  beri kursi mobil bergetar, namun jangan pernah meninggalkan bayi sendiri, karena selalu ada bahaya terjatuh. Bawa bayi kolik berjalan-jalan dengan mobil, juga dapat dilakukan.

Pijat Bayi  

Ingat kekuatan  dari sentuhan  pada bayi kolik. Banyak bayi sentuhan skin to skin .  Penelitian  telah menemukan, bayi yang dipijat berkurang menangis  dan tidur lebih baik. Coba tanggalkan pakaian bayi dan pijat lembut, pijat  lembut bagian kaki, lengan, punggung, dada, dan wajah. Ini juga dapat  menenangkan Anda.

Gendongan Kain

Dalam banyak kebudayaan, bayi menghabiskan banyak waktu terayun dalam gendongan kain di punggung atau dada ibu mereka. Jika  meletakkan bayi kolik  dalam gendongan kain atau carrier , bayi  bisa meringkuk dan terbuai  tidur oleh gerakan Anda. Gendongan kain juga dapat mengistirahatkan lengan Anda.

Upayakan Sendawa

Ketika bayi menangis, Ia bisa menelan banyak udara. Itu dapat membuatnya kembung dan tidak nyaman, lalu membuatnya menangis lebih keras. Cobalah gendong dengan posisi vertikal dan urut lembut punggungnya. Posisi klasik (kepala bayi di atas bahu Anda) kerap efektif  walaupun dapat membuat bayi gumoh di punggung. Metode lain: baringkan bayi dengan kepala di bagian lutut, atau tarik bayi menyerupai gerakan sit-ups  dengan salah satu lengan  mendukung dada dan leher nya.

Istirahat Sebentar

Menghibur bayi setelah menangis keras di malam sebelumnya  karena kolik, merupakan hal penting. Anda mungkin  merasa kewalahan, frustrasi, dan kurang efektif dalam bekerja.
Jika tidak ada dampak yang terlihat, istirahatlah. Serahkan bayi pada pasangan Anda atau anggota keluarga lain. Ketika itu bukan pilihan, ingatlah jika sah-sah saja  membiarkan bayi  menangis dalam keranjang tidurnya sebentar sementara  Anda mengumpulkan energi.

Konsultasi dengan Dokter

Jika Anda khawatir akan tangisan bayi yang menderita, bawalah ke dokter. Dokter anak  dapat memberikan petunjuk dan menyimpulkan penyebab medis.

Kendati beberapa bayi  tidak beralasan khusus menangis atau bayi hanya lebih mudah menangis keimbang bayi lain. Jadi pada saat bayi Anda menangis, ingat-ingat dua hal: Ini bukan kesalahan dan hal ini tidak akan berlangsung selamanya. (Laili/dari berbagai sumber)
Sponsored Links:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyakit Kulit pada Bayi dan Cara Mengobatinya

3 TANDA LAHIR DI KULIT BAYI YANG TIDAK BERBAHAYA

Muncul Bercak Merah setelah Demam pada Bayi? Jangan Panik, Bunda..